Sabtu, 14 Juli 2012

Tolong Nak

Tak ada kebahagiaan
Tak ada lagi tarikan nafas kesegaran
Tak ada lagi senyum mengukir pagi
Tak ada lagi kejutan
hanya ratapan
hanya kesedihan

saat terjaga dari lelap
aku tak melihat keceriaan
tak lagi mendengar kedamaian
semuanya berubah, sekejap
senyum diganti kesedihan
tawa diganti tangisan

ponselku bergetar
buatku terjaga dari kesadaran
sedih membuat jiwa dibanjiri butiran tangisan
mendengar sesuara getarkan nurani
“tolong, tolong nak, tolong kami”
Entah sampai kapan pinta itu bertuan didadaku
Sakit, menderita jika ia datang

Aku merasa menjadi orang yang paling munafik
Berdosa pada diri sendiri
Suara itu telah menjadi aib bagiku
Yang hingga kapanpun selalu membuatku merasa bersalah
Sakit, sakit dan tersiksa
Disetiap pagi suara itu selalu membuatku terjaga
Seperti menjadi pengingat akan hidup yang tiada lagi kedamaian
Tuhan, apa sebenaranya Skenario hidup ini?

                                                                                          (untuk Pak Tua, di Pasar Limbung, Kab Gowa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar