Sabtu, 14 Juli 2012

Matahari Belum Jua Terbit

Tak tahu pasti matahari belum jua Nampak
Kedinginan kian meradang bekukan rindu yang dulu bertalu
Burung-burung hantu berkoar tiada habisnya
Menangis, berteriak dan tertawa penuh misteri
Seolah memaksaku tuk percaya pada iblis menggoda Hawa

Sesuara itu seperti mengaduh pada tatapan sinis
Larutkan malam kian menjadi, menyakiti
Malam ini menengadahkan kata pada keberanian
Sesuarapun takluk ketakutan dalam pjiar kemerahan
Tatapan dan hati berserah pada kekalutan
Menahan waktu, menembus Tanya
Mengikat rasa, menembus sukma

Kenapa malam meruncingkan kubah tanpa seuntai asa?
Kenapa matahari mengalah pada pegunungan?
Bukankah Sujud adalah sama dalam sinar dan menahan badai?

Keluwesan cakrawala seperti beku disetiap imaji
Dingin dan kaku terseret lempeng bergurau
Tiada lagi musim yang mesti berganti
Tiada lagi senja liarkan imajinasi
Bahkan opini mustahil berapriori
Apa guna mencipta sayap-sayap keabadian dari lembaran buku?
Apa guna berserah pada hati tanpa prisma mempelangi?
Ooh, matahari belum jua Nampak menghidupi

Malam berganti malam tanpa sapaan matahari
Aku terseret dalam pinta tiada berapi
Aku muak dengan batas alami kemanusiaan
Mendistorsi kekosongan dalam alibi nun jauh memahami
Malam menawariku bintang tanpa bima sakti
Tapi ialah sebab supernova kan terjadi
Ledakanlah diriku dalam detak hypernova wahai Andromeda !!
Agar matahari tercipta walaupun dalam beda semesta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar