Segalanya tampak suram
diri sendiripun hampir terlibat dalam sebuah kebencian tanpa dosa
Mengukur sejarah pasti berakhir air mata
Hari-haripun kujalani dalam bayang kesuraman
Tapi, dimanakah kekeliruan itu?
Sehingga derita bak nafas yang terengah
Disetiap tarikan nafas, resah menyinggahi rasa
Tanpa apapun kecuali diam membasahi
Aku seperti melayang dalam titik geomietrik
Hanya diam tak bergerak
Melihat semuanya berputar dan berlalu
Atau seperti orang-orang terbuang
Yang dihindari sejarah kekuasaan
Tak dikenal siapapun selain diri sendiri
Mati, sepi dan sepi
Walapun bukan duniaku…
Tapi aku merasa hidupku di hujung tanduk
Kemudian dihujani ribuan cacian
Atau ditembaki sorak kedangkalan perdaban
Sehingga terkadang aku bejalan tanpa arah
Tanpa tahu jejak siapa yang kutapaki
Ooh.. sungguh pilu hidup ini
Dijalani dalam dunia yg dipenuhi tembok-tembok raksasa
berbicara dalam dunia yg tak lagi mendengar
Atau ironis hidup dalam ketiadaan rasa
Apakah aku sementara hidup dalam dua dunia?
Yang kurasa adalah kemenangan yang didalamnya bukan aku
Sementara kepekaan dibungkam oleh orang-orang tersanyang
Seperti apa itu Menjadi???
Seperti apa itu orang normal atau waras?
Yang bagaimanakah itu orang gila?
Iya..segalanya memang tampak suram
Sehingga tak tahu berakhir dimana hidupku
Aku mencintai hidup yang yang resah akan kehidupan
Aku mencintai hidup dimana aku dihidupi
Tapi jangan paksakan aku mencintai tanpa diriku terlibat didalamnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar