Sabtu, 14 Juli 2012

Gadisku Berkebaya Merah

Melangkahi petang dipematang sawah
Hembusan angin menghampiri melunglaikan batang-batang padi yang seharian di dera kemarau
Gesekan gabah dengan batangnya hasilkan melodi akan hari yang tak jua menghujani

Aku melihiat gadis berkebaya melepaskan pandang keseluruh ladang
Seolah menancapkan kegelisahan akan hidup yang jarang tersirami

Dengan senyum tipis
Ia menumpahkan kepenatan yang menyelimuti seisi raganya
Senyuman yang begitu indah mengalahkan keindahan desanya sendiri

Sekejap ia berjalan menilntasi tapak-tapak sawah
Mengharmoniskan melodi indah diantara gabah dan hujung selendangnya
Aku seolah terpojok dalam luasnya cakrawala
Sembari terjatuh oleh pandangan yang jarang kutemukan

Kuhampiri dengan serangkai kata
Namun ia tetap menjingga bersama mentari
Kutatap dengan mata terdalamku
Ia tetap saja tak menolehhku

Dialah gadis berkebaya
yang menjelma menjadi sinar putih didasar sanubariku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar