Sabtu, 16 Maret 2013

Menstrukturkan Struktur (Gambaran Singkat)

Doxa, sebagaimana yang digambarakan Boiurdieu, merupakan bangunan berfikir atas penyerahan total terhadap pandangan hidup sebagai represntasi dari produksi kultural baik berupa adat budaya, tradisi, mitos dan lain sebagainya. Posisi subjek dalam hal ini selalu saja terjerambab dalam labirin strukturalisme, membiarkan diri dikuasai dan distrukturkan oleh makna lahir dari arena cultural terbsebut. Doxa tersebut dalam sebagian masyarakat kita telah dianggap sebagai makna trasenden yang melekat pada imanensi corak fikir, sehingga ada semacam rasa berdosa jika hendak bertindak atau berfikir diluar batas tradisi atau system kebenaran umum tersebut.

Di Negara kita strukturalisme menjadi semakin tumbuh subur dan masih banyak pula digunakan sebagai cara berfikir. Hal ini suka atau tidak masih menjadi sebuah kewajaran; sebuah konsekuensi dari masih mengentalnya mitos, budaya serta tradisi dan nilai-nilai budaya yang dianggap suci, sakral. Seperti bahasa dalam perspektif Saussurean, mitos dan nilai-nila budaya pun bertindak pada masyarakat kita sebagai penguasa, dan kita pun secara sukarela atau terpaksa menerima berbagai macam aturan dari nilai-nila budaya, mitos tersebut.

Namun dalam modernitas dan cengkraman kapitalisme yang semakin menggila yang menggempur kehidupan dari berbagai macam sisi, kita perlu melihat lebih jauh dan meninjau kembali pola fikir dan berbagai macam konsep filosofis yang terkait dengan struktur kognitiv yang tentunya tidak menafikan peran dari sisi subjektifisme maupun obejktivisme. Dalam tulisan ini saya tidak menjelaska lebih jauh kerangka teoritik structural generative Piere Bourdieu, tetapi hanya memberikan gambaran singkat dari erangkat teoritik sebagai langkah awal bagi kita yang sering berbicara tentang perubahan untuk lebih jauh mempelajari struktur kognitiv masyarakat.

***
Usaha Bourdieu adalah untuk mendamaikan pertentangan diantara subjektivisme dan objektivisme yang selama ini berdiri dan mempertahankan perangkat teori masing-masing. Hemat saya ini adalah sebuah jalan tengah tanpa membiarkan diri terjerambab dalam ruang permisif yang menstrukturkan. Subjektivisme maupun objektivisme telah gagal memahamai seperti yang dimaksud Bourdieu ‘objektivitas subjektif’ (the objectivity of the subjective). Gagal memahami landasan social yang membentuk kesadaran, sedangkan objektifisme melakukan hal sebaliknya gagal memahami realitas social pada tataran tertentu yang dibentuk oleh representasi yang dilakukan individu terhadap dunia social. Dalam kerangka inilah, Bourdieu mengembangakn kosepnya yang terkenal: habiatus dan arena.

Habitus dimaksudkan Bourdieu adalah semacam alterative bagi solusi yang ditawarkan subjketivisme dan reaksi terhadap strukturalisme yang terlalu serampangan mereduksi dan menjadikan individu hanya sebagai penikmat dana pengemban struktur. Habitus adalah sebuah konsep yang dipinjamnya dari filsafat skolastik, juga digunakan dengan sentuhan makna yang sedikit berbeda. Disatu sisi, konsep habitus mirip dengan gramatika Generatif Chomsky, karena konsep ini berusaha memahami kemampuan kreatif, aktif dan inventive agen agen manusia. Namun disisi lain agak sedikit berbeda dengan Chomsky karena konsep ini tidak meletakan kemampuan pada pikiran individu secara universal. Singkatnya, habitus adalah sebuah konsep untuk keluar dari filsafat kesadaran tanpa membuanh agen sebagai operator prkatis bagi bagi pengkonstrksian objek.

Sementara arena; adala semacam dunia dalam pengertian Heideggeriana. Tetapi arena dalam pengertian Bourdieu lebih pada situasi-situasi dalam kehidupan yang membentuk dinamika seperti Arena pendidikan, sastra politik dan lain sebagainya. Dalam hal ini agen-agen tidak bertindak dalam ruang hampa melainkan dalam situasi-situasi konkrit yang diataur oleh relasi social objektif. Menurut model teoritis ini pembentukan social apapun distrukturkan melalui serangkaian relasi arena. Arena didefinisikan sebagai ruang yang terstruktur dengan kaidah-kaidah keberfungsian dengan relasi-relasi kekuasaannya sendiri. Struktur dalam momen apapun ditentukan oleh relasi-relasi diantara posisi yang ditempat agen-agen dalam suatu arena terebut.

Sementara itu struktru kognitif adalah suatu representasi pengetahuan agen-agen yang didapat dari rangkaian dan relasi arena-arena. Struktur kognitif adalah banguan kesadaran yang tidak terlepas dari relasi antar arena, dan sekaligus akan mengalami perubahan pada saat terjadi jika setiap arena bisa memberikan perubahn dalam sebuah dinamika. Seperti dalam epistemology Muttahari, terbentuknya struktur kognitif tidak semata dipahami sebagai pemberian atau pemaksaan oleh arena-arena melainkan dispoisi sebjek dalam mengambil  peran (praktik) dalam struktur. Habitus adalah sebuah system disposisi yang membuka kemungkinan bagi agen-agen dalam melakukan kalkulasi strategis sebagai upaya mewujudkan praktik sebagai hasil dari relasi arena-arena dan habitus.

Perubahan yang terjadi pada agen-agen adalah tergantung pada sejauh mana setiap arena mampu memberikan tindak disposisi strategis, dan perubahan yang terjadi pada arena-arena adalah tergantung pada sejauh mana modal-modal dari para agen untuk terlibat dalam dinamika perubahan arena-arena. Jadi habitus dalam hal ini adalah system disposisi politis agen-agen untuk tidak menjadi bagian dari pengemban struktur semata, melainkan menajdi bagian dari struktur yang menstrukturkan struktur setiap arena atau ruang social. Dan struktur berfikir atau kognitif arena dan juga agen-agan akan mengalami perubahan sejauh dinamika yang terjadi. Singkatnya Habitus dan modal adalah system disposis sekaligus interpelasi dari agen-agen pada setiap arena yang akan melahirkan praktik pada tingkatan secara universal. Disanalah cara berfikir atau struktur kognitiv akan mengalami perubahan seperti yang diiginakan baik secara individu maupun kolektif.

Waullahualam

1 komentar:

  1. menulis adalah membaca Ulang, kata Freire
    dan Imam Ali pun berkata kalo ilmu itu liar, butuh tulisan tuk jinakan.. so hanya pengen belajar lewat nulis aja.. thank u sdh baca.. masih byk yg kurang dari catatan ini, yg nanti dibuat lebih luas..

    BalasHapus