Langitku jatuh
ke bumi
Tanpa tahu
bagaimana caranya mendaki bukit
Yang ku tahu
hanyalah menyuamkan asa
tak berdaya
Pada nyala
suci sang Lilin
Membakar Lalat satu-satu jatuh
Entah,
semakin tawa kau bawa
Semakin pula
riang kan menerjang menarik setiap mata
Langitku
jatuh bukan karena kaulah penenun
Menyulam
satu-satu gerak tubuhmu
Menjadi ukiran
tawa ber-rima mistik ketimuran
Tanpa mantra
Tanpa apapun
Aku tersesat
dalam lembah tawamu
Tanpa tahu
seberapa luasnya bumi
Seberapa cepat
semesta berinflasi
Aku telah jatuh
dalam keindah-seimbang kosmik
Tiada gravitasi
Tiada medan
Hanya bau
asap lilin hinggapi nurani
berseri
O, Aku
seperti lalat merindu mati dalam lilin
terbakar menjadi debu-debu atmosfer
Berpadu dalam
aura jinggamu
Hingga kau
adalah senja yang menyulam malam-malam jadi hujan
Menyejukan.
Bisakah aku
menenun mega menjadi kertas putih?
Kemudian jari-jari
halintar adalah pena?
Aku ingin menulis
didalamnya ..
Aku, Kamu
Abadi
Itulah yang
tertulis.

semoga :D
BalasHapus