Malam ini senar gitarku satu-satu putus
Lengkingannya tak terdengar siapapun
Aku tak bisa lagi memainkan simfoni dimana aku
bisa merasa ada yang menemani
Kepalaku hampir pecah oleh hentakan langkah semut
yang begitu menyilau
Aku merasa berada dipuncak gunung
tertelan awan
tak ada yang bisa aku pandangi
Bahkan bernafaspun terasa sulit
Aku kedinginan hingga saraf pelihat ikut pula membeku
Kemudian akibat gejolak jiwa yang membara
kebekuan itu menetes satu demi satu
mengalir mengairi dadaku yang tak lagi lapang
Rongga-rongga kepalaku seperti tertusuk ribuan pasak
bahkan hampir meledak mengikuti ritmis pergantian tahun
yang menyesak dada...
Lengkingan ini seperti menghasilkan simfoni ketakwajaran
mendepakku dalam ritmis delusi
sehingga aku mampu bicaran padanya
yang menawariku jutaan partikel dalam balutan irma supra natural
Jika delusi ialah manifestasi nurani yang tak terdengar
biarkan saja aku dalam kegilaan ini
menyambut kekupu
menghisap segala akal sehatku.
(Bira, 1 Jan. 2013)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar