Tegak
Berdiri layaknya pinus
Luangkan mendung
menyejuk dada
Tinggi nian
bak menusuk matahari
pun ketinggian
melayangkan daun satu-satu jatuh
Tanpa menguning jauhi setia poetika
Aku hanyalah
petani lembah Thalab
akhiri musim saat mamiri adalah nafasku
bersamamu
ialah pinta
hijaukan
gemunung oleh hama merobek dada
kita sering
mengusir binatang liar yang kerap mangsa
tersenyum
indah saat kekupu mengisap mawar di taman kebenaran
mengapa mudahnya merdu muslihat keledai menipu?
O, Menjadi
Sulawesi ialah pernyataan Ada-diri nan Abadi
Namun Siri
semakin iri akan hal-hal fitri
Beberapa
Purnama sepi berganti
Tanpa hujan
pula panas mengakrabi
Sawaku
janganlah mengering
Tuan Tanah
ajarlah aku aroma mistikmu
Guna apa
memuja salju pula musim semi?
Toh Mamiri adalah
perisai yang dihembuskan angin Timur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar