Jumat, 10 Mei 2013

Thalab


Tegak Berdiri layaknya pinus
Luangkan mendung menyejuk dada
Tinggi nian bak menusuk matahari
pun ketinggian melayangkan daun satu-satu jatuh
     Tanpa menguning jauhi setia poetika
Aku hanyalah petani lembah Thalab
    akhiri musim saat mamiri adalah nafasku
bersamamu ialah pinta
hijaukan gemunung oleh hama merobek dada

kita sering mengusir binatang liar yang kerap mangsa
tersenyum indah saat kekupu mengisap mawar di taman kebenaran
mengapa  mudahnya merdu muslihat keledai menipu?
O, Menjadi Sulawesi ialah pernyataan Ada-diri nan Abadi
Namun Siri semakin iri akan hal-hal fitri

Beberapa Purnama sepi berganti
Tanpa hujan pula panas mengakrabi
Sawaku janganlah mengering
Tuan Tanah ajarlah aku aroma mistikmu
Guna apa memuja salju pula musim semi?
Toh Mamiri adalah perisai yang dihembuskan angin Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar