Abadi ku….
Warni ku pudar seiring hari berganti-ganti
Riang tiada jelma porandak asa sepi bertepi
Bisu beribu bisu merdang dada betalu-talu
O Malam.. daku nestapa menerpa luka berkali-kali
Rindu mewaktu tanpa lalu mengkalpa rasa padamu
Setiap masa gerangan cinta mewabah sukma
O derita, akulah pemukim bermadikan bening-bening mata
Mendamba senyumnya menusuk sendi-sendi hati
Aku resah pula sakit adalah bahagia mencintai dia
Cintaku ialah ikrar Abadi mengakar
Aku lemah, aku resah tanpa merah meruah wajah
Kini malam turun menggenggam segenap senyummu
Haru ku ialah tangis sedalam hati tak terukur
Sukma merayap senyap mencari-cari jemarimu
O malam.. udara tipismu seolah dia memelukku
Aku berpasrah, membuka dada agar dia menembus belulangku
Warni ku pudar seiring hari berganti-ganti
Tapi Abadi mendiami hati tiada tepi
O derita.. matikanlah aku dalam cintanya sebalum aku mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar