Ada kepuasan tersendiri saat
dibutuhkan orang lain. Yah, bagi saya membantu orang lain dalam hal apapun
adalah idaman bagai setiap manusia. Mungkin sedikit dari itu yang ku jalani.
Ini bukanlah perkara mempublish apa saja yang pernah aku perbuat unutk membantu
siapapun, tapi ada hal yang penting yang ingin saya bagiakan buat kita semua
tentang makna lain dibalik itu.
Semasa kuliah saya menjalani
aktivitas yang menurut saya normal-normal saja. Sebagai pelajar tentu
kewajiaban untuk meraih pengetahuan adalah tujuan utama. Bergaul, memperbanyak
teman baik di kampus sendiri maupun antar kampus. Pergaulan saya yang sebagian
besar antar kampus membuatku bertemu dengan banyak teman yang memiliki disiplin
keilmuan yang berbeda. Dalam setiap pergaulan saya selalu dan banyak bertanya
tentang apa saja yang telah mereka pelajari dan pahami. Coba bayangkan,
bagaimana jika anda memiliki sepuluh teman yang memiliki latar keilmuan yang
berbeda-beda?.
Ketika mendaftar kuliah, saya
mengambil jurusan Bahasa Inggris, fakultas Tarbiyah atau pendidikan. Saya memiliki
banyak teman dengan latar pendidikan yang berbeda seperti Teknik elektro,
Kimia, Otomotif, Fisika, Sastra, Filsafat, ekonomi, kedokteran, psikology,
hukum, teknik Komputer dan jaringan dan beberapa jurusan lainnya. Bayangkan
jika semua itu kita fungsikan sebagai media pembelajaran. Betapa beruntungnya
kita.
Dalam perjalanan selanjutnya saya
semakin intens dengan teman-teman STMIK Dipenegara Makassar, yang kebeteluan
komunitas dimana saya begitu kerasan didalamnya yang sebagian besar terdiri
dari teman-teman STMIK. Tentunya selain berbagi informasi tentang diskursus
pengetahuan, tak sedikit pula mereka salang berbagi disiplin ilmu mereka,
Komputer dan jaringan. Namun ilmu yang saya dapatkan dari mereka hanya terkesan
sambil lalu, tidak seintes sebagaimana seharusnya agar bisa memhami seluk beluk
sistem komputerasi serta seluk-beluknya.
Dan hampair lebih enam tahun
sebagian besar kesemptan itu saya habiskan bersama mereka. Harus ku akui
pertemuan itu merupakan rencana teridah
Keilahian yang memang ditakdirkan padaku. Walapun tidak seberapa tetapi ilmu
tentang komputer, minimal dasar-dasar komputer dan dalam pengembangan autodidak
selanjutnya itulah membuat saya sekarang begitu dibutuhkan dalam lingkungan
kehidupanku saat ini.
***
Setelah kembali ke daerah asal,
sekitar 2 tahun lebih, saya dihubungi salah satu sekolah untuk membantu
mengajar disana. Awalnya, saya masih ragu untuk mengiyakan. Keraguan itu bukan
lantaran saya tidak suka untuk menjadi guru—yang hemat saya merupakan suatu
pengabdian suci, tetapi yang menjadi alasan saya dipanggil bukan untuk berbagi
pengalaman berbahasa inggris dengan para siswa, tetapi mengajar pada Jurusan
Teknik Komputer dan Jaringan. Apa yang saya mau berikan?. Oh my God, saya tidak
mau menjadi orang berdosa dengan pangkat sebagai guru yang tidak bisa
memberikan yang terbaik bagi para siswa. Saya urungkan panggilan itu sekitar 3
bulan. Tapi sang kepala sekolah seperti tak kenal lelah untuk selalu
menghubungi dengan berbagai macam cara. Saya pun mengiyakan dengan beban yang
menurutku sangat memberatkan.
Sebenarnya dalam masa tiga bulan
itu saya gunakan untuk membuka atau mengingat kembali apa yang sudah saya
dapatkan selama bersama dengan teman-teman di STMIK. Oh, hanya tau mengisntal
perangkat lunak, dan itu sangat tidak bisa dijadikan alasan untuk memberanikan
diri menerima tawaran itu. Dan selama masa tiga bulan itu ada sebagain saya
gunakan untuk mencari informasi tentang keadaan di sekolah tersbut terkait
dengan jurusan Teknik Komuter dan jaringan (TKJ), dan informasi yang saya dapat
sangat memprihatinkan dimana sangat tidak memadai atau kurangnya sumber daya atau
tenaga pengajar disana. Dengan penuh
ikhtair saya membesarkan hati untuk menirima tawaran tersebut, dan ... saya telah
menjadi guru. Sekali lagi, itu sangat memberatkan. Hmm, walaupun tanpa bayaran
atau gaji yang sangat tidak pantas saya tetap menerimanya.
Alasan lainnya lagi mungkin agak
sedikit pribadi dimana kebiasaan saya yang tidak menetap ditempat—suka
melakukan travelling—menjadi pertimbangan khusus untuk itu, tetapi—lagi-lagi
ini bukan perkara labay—keinginan untuk berbagi pengalaman dengan siapapun yang
keluar sebagai pemenang untuk selanjutnya memaksakan aku secara sadar menerima
tawaran itu. Saya pun mengiyakan dengan beberapa catatan dan diiyakan oleh
pihak sekolah yaitu “apapun yang saya butuhkan untuk keperluan mengajar yang
berkaitan dengan kelengkapan Lab. harus
dilengkapi, sebab aku tak mau menjadi orang yang berdosa bagi peserta
didik dengan tidak memberikan yang terbaik bagi mereka”.
Anda bisa bayangkan bagaimana
saya harus mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang cerdas, yang bayak tahu
tentang komputer dan jaringan dihadapan siswa. Ada penyesalan juga tentang
kenapa saat masih bersama dengan teman-teman STMIK tidak kuhabiskan kesempatan
itu untuk mendalami ilmu tentang komputer dan jaringan?. Dari sini saya memang
dan sepertinya ditakdirkan untuk menganggap autodidiak sebagai guru terbaikku.
Dan ketika membagikan materi ajar saya langsung diberikan mata pelajaran—yang
ketika pertam kulihat—sayang membingungkan, seperti Merkait personal komputer,
instalasi sistem operasi dasar, intalasi perangkat jaringan lokal dan instalasi
sistem operasi berbasis GUI dan text.
Ada perasaaan pesismis setelah
melihat mapal-mapel itu, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa sesulit apapun
sesatu jika diawali dengan menghilangkan sifat pemalu untuk bertanya dan
belajar maka tak ada kata sulit untuk itu. Dan, seperti sebelumnya sang guru
itu, autodidak, membesarkan hatiku untuk berbesar hati menerima tantangan itu.
Hari demi hari, bulan demi bulan
saya menjadi langganan untuk mengungjungi beranda om Google sama tante Wiki,
selain juga membeli buku cetak. Hampir sebagian besar saya lalui dengan
mengandalakan yang namanya trial and eror dibawah bimbingan si autodidiak. Dan
kini, bukan untuk pamer diri, saya telah sedikit merasa bisa untuk memberikan
ilmu yang saya ajarkan kepada para siswa sesuai dengan apa yang digariskan
dalam RPP yang menjenuhkan itu. Bahkan disamping komputer dan jaringan saya
memberanikan diri untuk membuak free english coures bagi para siswa, kemudian
membuka sanggar seni dimana sastra bisa aku hidupkan di sekolah. Kemudian ada
beberapa teman pengajar yang merasa tertarik untuk juga bergabung memberikan
kursus gratis seperti matematika, yang hingga kini pesertanya telah lebih dari
30 orang.
Oh, terima kasih Tuhan atas karuniamu yang telah membuka
akal pikiranku untuk memahami yang sebelumnya tak terjangkau. Kini aku merasa
menjadi seorang kecil-jelata yang berharga ditengah kehidupan yang mengukur
segalanya dengan uang.
| Instalasi Local Area Network (LAN) |
| Merakit Komputer |
| Instalasi Opeating System (OS) |
| Persiapan Pementasan Teatrikal |
MGM Grand Grand Casino and Resort - MapYRO
BalasHapusMGM Grand 군산 출장마사지 Casino 의정부 출장샵 and Resort in 구리 출장마사지 Las 강원도 출장안마 Vegas - MapYRO 서귀포 출장마사지