Senja Mewariku
seuntai pilu
Ia datang
saat aku dan pelangi tak lagi dalam spectrum
yang sama
Tapi,
nuansaku tak kuasa menepis warni yang menari
Aku terpaksa
berdansa mengikuti pola ritmis sang Shiva
Dimana dia
adalah Mozart yang menggantung Elvira Madigan
atau Bethoveen
yang tuli pada segala selain Fur Elise
namun,
pergeseran merah melaju dalam hasta galaksi saling merindu-hindari
Kerinduan
ini seperti imajinasi Sanzio Rafaelo
Melukis Dona
velata dalam ketiadaan wanita-wanita Italy
Senja ini menawariku akan kebencian
eksprsionis
Membenci hitam
dalam lintasan kuas diatas kanvas
O, aku harus
percaya pada hitam dalam fisikawan
Ialah penyeimbang
harmoni dimana senyumku kan menuai
Diapun menawariku
spektrum yang sama
Tapi,
seperti Freud mengutip Odipus
Atau Monet
Claude yang mencinta rembulan
Akupun semakin
kompleks dalam cinta yang begitu liar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar